Cara Menyemai Bibit Hidroponik

Hidroponik merupakan salah satu cara budidaya yang banyak di gunakan oleh banyak orang sekarang ini. Pada dasarnya menanam secara hidroponik hampir sama dengan menanam secara biasa. Mulai dari pemilihan bibit, penyemaian dan perawatan tanaman sama. Bedanya adalah menanam secara hidroponik kita tidak menggunakan tanah sebagai media tanamnya, jadi kita harus memberikan perlakuan khusus saat menanam secara hidroponik.

Menanam secara hidroponik adalah metode yang sangat menguntungkan bagi orang orang yang tinggal di perkotaan yang tidak memiliki lahan yang cukup untuk menanam tanaman. Keuntungan menanam hidroponik adalah dapat menghemat waktu, tempat dan bisa di lakukan di tempat yang tidak memiliki lahan yang luas.

Hidroponik Dengan Media Rockwool
Bagi orang yang tidak memiliki banyak waktu luang kita bisa menyisipkan waktu yang ada untuk mengurus tanaman kita selain hemat tempat, menanam secara hidroponik juga mudah di pelajari dan mudah dalam pengerjaannya. Jadi banyak orang yang mulai mencoba menanam secara hidroponik. Mengingat kebutuhan akan sayuran sebagai nutrisi juga tinggi untuk orang yang banyak bekerja, menjadi salah satu alasan pendorong orang orang menanam secara hidroponik. 

Dalam penerapannya ada hal yang penting sebelum menanam secara hidroponik, yaitu proses penyemaian. Ada cara khusus dalam proses penyemaiannya. Bagaimana, kali ini kita akan membahas salah satu cara menanam secara hidroponik, yaitu :

Ada salah satu cara yang dapat kita gunakan dalam menanam tanaman secara hidroponik yaitu dengan menggunakan rockwool. Adapun bahan dan alat yang harus kita siapkan :

1. Rockwool
2. Pisau atau Gergaji
3. Benih
4. Pinset

Jika kita siap alat dan bahan maka kita akan masuk ke dalam tahap penerapan :
  1. Siapkan rockwool, lalu potong kecil kecil  sekitar 2.5 x 2.5 x 2.5 (Kubus) atau sesuai dengan kebutuhan kita masing masing,
  2. Taruh rockwool di baki atau tempat lain yang cukup besar dan susun dengan rapi, lalu basahi rockwool tersebut,
  3. Jangan terlalu basah saat membasahi rockwool, cukup sekedar basah saja,
  4. Buatlah lubang pada rockwool untuk tempat menanam bibit, ukuran sesuaikan saja ukuran bibit yang akan kalian tanam,
  5. Jangan lupa mengukur jarak penempatan bibit agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal,
  6. Basahi benih yang akan di tanam,
  7. Masukkan benih ke dalam rockwool jangan terlalu dalam dan usahakan agar menempatkan bibit pada serat rockwool agar akar mudah menjalar di dalam rockwool,
  8. Simpan benih yang sudah di tanam pada rockwool di tempat yang teduh (hidari terkena sinar matahari secara langsung),
  9. Benih akan terlihat tunasnya sekitar 1-4 hari tergantung jenis tanaman,
  10. Jika benih sudah muncul barulah pindahkan benih ke tempat yang terkena cahaya matahari (min 6 jam / hari)
  11. Jika benih sudah tumbuh daun sekitar 3-4 helai maka sudah saatnya benih di pindahkan ke tempat hidroponik kita.
Proses penyemaian ini sangat penting mengingat ini adalah proses selanjutnya setelah proses pemilihan bibit yang akan kita gunakan. Karena dalam proses penyemaian ini kita akan melihat dan memilih mana bibit yang paling baik untuk kita jadikan tanaman yang selanjutnya akan kita tanam dalam sistem hidroponik.

Video Rockwool Untuk Hidroponik

Begitulah beberapa proses yang kita lalui saat proses penyemaian saat kita menanam secara hidroponik. Jangan lupa untuk selalu mengecek setiap proses nya dengan teliti agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal dalam proses penyemaian ini.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama