Rencanakan Uang Sekolah Anak

Pada saat kenaikan gaji berkejaran dengan inflasi, merencanakan kebutuhan masa depan menjadi mutlak dilakukan salah satunya adalah menyiapkan dana pendidikan anak. 

Harus diakui pendidikan di lndonesia masih merupakan investasi yang mahal, untuk itu diperlukan perencanaan keuangan yang baik. Dana pendidikan bisa mulai dipikirkan serta disiapkan sejak anak lahir dengan menyisihkan sebagian pendapatan rutin tiap bulannya atau pada waktu tertentu secara rutin. 

Eko Endarto perancana keuangan dari Finansia Consulting mengatakan mempersiapkan dana pendidikan sebagai upaya untuk menghindari ketidakmampuan orangtua memasukkan anak ke sekolah saat waktunya tiba. 

''Biaya pendidikan di Indonesia kian mahal sudah tentu akan membuat para orangtua semakin kewalahan apabila harus mencari biaya yang seketika hanis dikeluarkan. Nanti yang ada mereka justru merasa terbebani menyekolahkan anaknya, karena biaya yang dikeluarkan belum tentu mereka dapati secara bersamaan'' ujarnya belum lama ini. 

Pendidikan merupakan investasi terpenting dalam hidup setiap orang. Dengan biaya pendidikan di Indonesia rata-rata meningkat sekitar 20% per tahun atau lebih dari dua kali lipat rata-rata kenaikan inflasi.

Perencana keuangan dari Finansial Consulting ini pun menuturkan sebagai orangtua sudah sepantasnya merencanakan dengan matang biaya sekolah sang anak. Adapun hal-hal yang perlu dipersiapkan yakni: pertama, tentukan target kebutuhan dana pendidikan. 

Sejak anak lahir, orangtua pasti sudah merencanakan usia anak sekolah dari TK hingga perguruan tinggi. Berdasarkan informasi itu, bisa diperkirakan kebutuhan dana buat sang anak kelak. 

Misalnya biaya masuk SD saat ini Rp6 juta, sementara anak akan masuk SD pada 4 tahun mendatang. Dengan asumsi kenaikan biaya pendidikan sebesar 20% per tahun, berarti saat dia masuk SD dana yang harus disiapkan sekitar Rp12,5 juta. 

Eko mengatakan perhitungan ini pun dapat diterapkan untuk memperkirakan berapa banyak biaya yang akan dikeluarkan para orangtua ketika anak hendak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Setelah menentukan target kebutuhan dana, langkah kedua adalah memastikan cara mencapai target tersebut. Banyak pilihan yang bisa dilakukan di antaranya adalah menabung dan investasi. 

Sumber dana 

Perencana keuangan Mike Rini mengatakan secara garis besar sumber pendanaan alternatif dalam perencanaan keuangan untuk pendidikan anak yaitu pertama menabung melalui jasa perbankan misalnya deposito, asuransi, dan tabungan. 

Bedanya, deposito dimulai dengan uang pangkal yang besar, sementara tabungan pendidikan membayar setoran untuk mendapatkan "uang pangkal'' yang lebih besar. Berbeda pula dengan tabungan biasa, karena tidak dapat diambil sebelum jatuh tempo (layaknya asuransi dan deposito). Uniknya, walaupun bentuknya tabungan pendidikan, tetapi ada juga yang dijaminkan dengan perlindungan asuransi. 

Selain itu, langkah lainnya adalah mempersiapkan sendiri dengan cara berinvestasi. Selaintabungan dan asuransi pendidikan maka Anda juga bisa mempersiapkannya sendiri dengan cara berinvestasi ke dalam suatu produk investasi lain, misalnya reksa dana. Anda bisa melakukan setoran rutin investasi per bulan, atau pada waktu yang diinginkan. 

Kedua, dengan mengambil pinjaman kredit jangka pendek. Walaupun tidak terlalu lazim digunakan untuk sumber dana pen-didikan, tetapi sebagian masyarakat masih menggunakannya, misalnya seperti produk pinjaman tanpa jaminan yang dikeluarkan oleh bank atau memanfaatkan kartu kredit. 

Sumber keuangan kartu kredit sangat memungkinkan, walaupun pembayarannya mungin akan menjadi masalah baru. Selain bunga yang tinggi bila jatuh tempo, juga tingkat risikonya cukup besar. 

Ketiga, menggadaikan harta Anda yang berharga seperti perhiasan emas ke pegadaian, juga merupakan salah satu sumber pembiayaan untuk berbagai keperluan yang mendesak, misalnya seperti membayar uang pangkal sekolah anak. 

Keempat, dalam keadaan mendesak, di mana tidak tersedia dana yang cukup untuk membayar biaya pendidikan anak dengan segera, maka mengambil pinjaman kepada pihak lain bisa menjadi salah satu alternatif. 

Kelima, dengan menjual harta kekayaan. Jika Anda mempunyai simpanan dalam bentuk kertas (paper asset) seperti reksa dana, saham atau harta dalam bentuk wujud lainnya seperti emas, tanah. Kendaraan atau barang berharga lainnya bisa dipertimbangkan untuk menjualnya jika tidak tersedia dana tunai yang cukup untuk membayar biaya pendidikan anak. 

Prinsipnya dari kelima alternatif mempersiapkan dana pendidikan, semuanya bisa dijalankan hanya tinggal mempertimbangkan keuntungan dan kerugiannya. (Rahayuningsih & Mardiyah Nugrahani).

Belum ada Komentar untuk "Rencanakan Uang Sekolah Anak"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel