Deru Nyaring Bisnis Bengkel

Salah satu bisnis yang mendapat berkah Ramadhan adalah bisnis bengkel, karena para pemilik kendaraan berusaha menyervis, mengganti oli, atau sekadar tune up mesin. Dan bengkel pun berderu tanpa henti sepanjang hari, menandai gemerincing uang bagi pengelolanya. 

Selama beberapa pekan menjelang Lebaran, perolehan omzet bengkel mencapai Rp.250 juta dengan margin keuntungan berkisar 40%-50%. Omzet itu diperoleh dari para pengguna kendaraan pribadi dalam rangka mudik, sebab kendaraan pribadi tetap menjadi pilihan utama pemudik. 

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan jumlah pemudik Lebaran tahun 2011 dengan menggunakan kendaraan pribadi dari Jakarta ke sejumlah daerah di Tanah Air mencapai 3.56 juta naik 13,3% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yaitu 3,13 juta. 

Adapun, pemudik yang menggunakan sepeda motor diperkirakan naik 13,92% menjadi 1.199 867 orang dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yaitu sekitar 1 juta orang. 

Meningkatnya pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi tersebut, mendatangkan berkah tersendiri bagi usaha bengkel di Jakarta. Seperti PT Auto Sumber Rejeki di kawasan Taman Sari, Pasar Asem Reges Jakarta Pusat. 

Hartono, pemilik bengkel sekaligus penjual sparepart mobil mengatakan sudah menjadi tradisi menjelang Lebaran, permintaan servis dan suku cadang kendaraan untuk berbagai merek mobil seperti Toyota, Isuzu, dan Suzuki, meningkat signifikan. 

Jenis mobil niaga tersebut memang menjadi pilihan masyarakat dalam menempuh perjalanan jauh bersama keluarga. 

Menjelang mudik, lanjut dia, pengecekan kendaraan standar harus dilakukan seperti kampas rem, oli mesin, oli rem, kampas kopling, aki, radiator, sistem pengapian (busi), tekanan angin pada ban, dan sistem elektrik kendaraan (lampu depan, lampu sign, lampu rem). 

"Pengecekan dan servis standar itu barus dilakukan, selain itu juga perlu dilakukan penggantian sparepart jika memang sudah perlu diganti demi kenyamanan dan keamanan dalam perjalanan mudik,” dia memaparkan. 

Alhasil, omzet menjelang Lebaranpun meningkat hingga dua kali lipat. Dia tidak memerinci besaran pendapatan, tetapi dari omzet tersebut 75% diperoleh dari penjualan sparepart kendaraan. 

Hal serupa juga dialami oleh Service Point Cars di Plumpang, Jakarta Utara. Sang pemilik Taruna mengaku jelang mudik Lebaran dalam dua pekan belakangan setiap harinya jumlah pengunjung bengkelnya bisa mencapai puluhan kendaraan bahkan lebih. 

"Ini sudah terlihat dari pekan lalu, jadi kami sampai membuat Sistem jika sudah tidak mungkin ditangani hari itu, biasanya mereka kami bikinkan jadwal, apa besoknya atau lusa, karena memang antre,” katanya.

Dia mengatakan memasuki 2 pekan Ramadan kali ini tingkat kunjungan service mobil rata-rata mencapai 30-40 per hari. 

Selama beberapa pekan menjelang Lebaran omzet bengkel yang diperolehnya mencapai Rp.250 juta dengan margin keuntungan berkisar 40%-80%. 

Untuk menarik hati konsumen, pihaknya menawarkan beragam promo, misalnya, memberikan layanan cuma-cuma untuk jasa kuras oli mobil matik, uji emisi, dan pembersihan injektor “Promo ini menjadi daya tarik tersendiri sehingga pelanggan tidak perlu repot karena layanan bersifat one stop service.” 

Tidak hanya bengkel mobil yang laris manis menjelang Lebaran, bengkel kendaraan roda dua juga ramai disambangi masyarakat yang hendak mudik menggunakan motor, Seperti bengkel motor Berkah Motor di kawasan Bendungan Hilir Jakarta Pusat. 

Soeprapto, sang pemilik bengkel mengaku kewalahan menerima permintaan jasa servis kendaraan yang meningkat hingga tiga kali lipat. Biasanya dalam sehari rata-rata hanya enam unit kendaraan yang minta diservis, tetap sejak sepekan terakhir jumlahnya mencapai 1.820 unit kendaraan. 

Agar bisa mengoptimalkan permintaan jasa service tersebut, dia menambah jumlah karyawannya yang semula lima orang menjadi delapan orang. 

"Rata-rata mereka meminta servis mesin, ganti oli, kampas rem, cek air aki, kampas kopling dan rantai kendaraan, agar nyaman digunakan pada saat mudik," katanya kepada Bisnis hari ini. 

Peningkatan permintaan jasa servis tersebut, tentu saja perpengaruh terhadap penjualan sparepart kendaraan seperti ban, kampas rem, lampu, rantai, kampas kopling, aki, busi dan oli. Omzet pun meningkat, dari Rp.5 juta per hari menjadi Rp.10 juta-Rp.15 juta setiap harinya.

Pendapatan keuntungan berlipat di bulan Ramadhan juga di rasakan penjual sparepart kendaraan Agus Sunaryo di kawasan yang sama. Dia mengaku permintaan onderdil motor naik 1004 dibandingkan dengan hari biasa. 

"Dengan peningkatan penjualan tersebut, keuntungan pun meningkat dua kali lipat. Jika biasanya dalam sehari untung bersih Rp1 juta, dalam bulan puasa ini naik rata-rata Rp1,5 juta-Rp.2 juta per hari,” ujarnya.

Haryanto pemilik Bengkel Jaya Motor yang berada di Jalan Letjen Soeprapto, Jakarta Pusat mengatakan sama seperti tahun-tahun sebelumnya menjelang Lebaran tiba usaha bengkelnya mengalami peningkatan omzet hingga mencapai 100%. 

Pada hari biasa bengkelnya hanya melayani 25-30 motor per harinya. Akan tetapi, sepekan belakangan pelayanan meningkat hingga 50-70 motor per hari, "Jumlahnya kemungkinan akan terus meningkat hingga H 9 sebelum Lebaran melihat banyaknya jumlah masyarakat yang ingin mudik menggunakan kendaraan bermotor," terangnya. 

Dia mengatakan tahun lalu omzet yang diperolehnya mencapai Rp.90 juta, dengan keuntungan mencapai dua kali lipat dari bulan biasanya. (Mardiyah Nugrahani & Natalina Kasih Wasiyati).

BACA JUGA : Laundry Tancap Gas

Belum ada Komentar untuk "Deru Nyaring Bisnis Bengkel"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel